KREATIF : MAHASISWA TPM BANGUN KILANG MINI

dsc_0232

Membina peserta didik yang berkompeten, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berdisiplin dan memiliki integritas di bidang minyak, gas dan batubara merupakan salah satu misi yang diemban oleh Politeknik Akamigas Palembang untuk menciptakan Sumber Daya Manusia Indonesia yang handal dan memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri migas. Untuk mewujudkan misi tersebut, Politeknik Akamigas Palembang telah berupaya secara optimal dalam memberikan pembinaan kepada mahasiswa/i baik secara akademis di dalam kelas, praktik secara langsung di luar kelas maupun yang bersifat hardskill dan softskill.

Pada semester akhir nantinya, mahasiswa/i akan diberi Tugas Akhir (TA) sebagai syarat kelulusan yang harus dipenuhi. Dalam prosesnya (read : Tugas Akhir), mahasiswa/i dibimbing oleh dua orang dosen pembimbing TA, mulai dari penentuan judul TA, pengolahan data TA, sampai dengan pembuatan laporan TA. Di antara sekian banyak judul TA yang diambil oleh mahasiswa/i Politeknik Akamigas Palembang, salah satu bahasan menarik yang diangkat adalah Rancang Bangun Alat Distilasi. Ialah enam orang mahasiswa/i Program Studi Teknik Pengolahan Migas yang terdiri dari Dwi Sartika (1302004), Arie Romadhon (1302039), Muhammad Bayu (1302048), Okta Dwicahya (1302034), Permana Kesuma (1302061), dan Aji Maera Nugraha (1302041) yang telah mengambil bahasan tersebut sebagai judul TA mereka.

dosen-melihat-langsung-alat-yang-dibuat-mahasiswa

Distilasi atau secara umum disebut dengan penyulingan merupakan suatu proses atau metode pemisahan  bahan kimia (dalam hal ini crude oil atau minyak mentah) berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan, atau dapat juga didefinisikan teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Distilasi merupakan metode yang lazim digunakan dalam proses refinery (pengolahan) minyak bumi pada kilang minyak untuk membuat produk bahan bakar seperti bensin (pertamax, pertalite, dan premium), solar, avtur (bahan bakar pesawat), kerosin (minyak tanah), Liquified Petroleum Gas (LPG), dan lain sebagainya. Dalam proses rancang bangunnya keenam mahasiswa/i dibimbing oleh Aliyah Shahab, S.T., M.T sebagai dosen pembimbing pertama dan Ir. H. Abdul Hamid sebagai dosen pembimbing kedua. Alat distilasi tersebut mempunyai kapasitas 150 liter/hari dengan produk premium, solar dan kerosin, residu. Karya keenam mahasiswa tersebut mendapat apresiasi dari jajaran dosen dan pimpinan Politeknik Akamigas Palembang. “Ini adalah salah satu karya kreatif yang mengangkat bahasan mengenai proses distilasi, masih banyak lagi bahasan yang diangkat sebagai tugas akhir antara lain mengenai heat exchanger (perpindahan panas), absorber, Alat Penentuan Reynold Number, Catalytic Cracking, dan lain – lain”. Tutur Ir. H. Abdul Hamid. “Sebuah karya yang mungkin mini ukurannya tapi mega projectnya” puji Ali Malik di sela – sela mengajar