BW OFFSHORE TAWARKAN TRAINEESHIP PROGRAMME MAHASISWA POLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG

Indonesia merupakan Negara maritime dengan berbagai kekayaan alam. Salah satunya adalah potensi Migas, baik onshore maupun offshore. Dalam upaya mengelola dan memproduksi migas ini dibutuhkan tenaga yang handal dan berkompeten. Oleh karena itu, Politeknik Akamigas Palembang selalu berupaya untuk memberikan pembinaan serta pembekalan ilmu dan wawasan tentang dunia industri migas baik upstream maupun downstream kepada mahasiswa/i-nya. Hal ini tergambar dalam Seminar bertajuk BW Offshore company and traineeship program yang digelar pada hari Selasa (25/8/15) bertempat di Gedung Patra Ogan Komperta Plaju. Dalam kesempatan ini, Politeknik Akamigas Palembang mengundang Mr. Robert Erik de Koning, Operation Manager of BW Offshore – Joko Tole, Mrs. Dian Rahmawaty, Human Capital Manager dan Mr. Sugeng Riyadi Wibowo, Production Superintendent sebagai pembicara.

PaparanAcara ini diikuti oleh alumni dan mahasiswa/i Politeknik Akamigas Palembang yang berasal dari program studi Teknik Analisis Laboratorium Migas, Teknik Pengolahan Migas,  Teknik Eksplorasi Produksi Migas, dan Teknik Pertambangan Batubara serta jajaran dosen beserta staff pengelola Politeknik Akamigas Palembang. Turut hadir, Ketua Yayasan Karya Bangsa, Ir. H. Abdul Rozak, M.Sc. Acara yang dimulai dari pukul 08.00 WIB ini, dibuka secara langsung oleh Direktur Politeknik Akamigas Palembang – H. Muchtar Luthfie, SH.,MM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan team dari BW Offshore, Pte, Ltd, untuk datang dan memberikan pencerahan mengenai perkembangan industri migas di dunia saat ini, khususnya dalam teknologi migas lepas pantai (offshore) serta peluang untuk program Traineeship 1 tahun di FPSO Joko Tole.

Dalam paparannya, Mr. Robert Erik de Koning yang berasal Belanda, menjelaskan tentang FPSO (Floating Production and Storage Offloading) dan aspek teknis lainnya. Sementara itu Mrs. Dian Rahmawaty, yang sehari-hari bekerja di kantor BW Offshore perwakilan Singapore menjelaskan tentang Program Traineeship 1 tahun. Dimana melalui program ini akan diberi kesempatan bagi mahasiswa/I untuk menimba ilmu sekaligus melakukan practical training di unit FPSO Joko Tole milik BW Offshore yang beroperasi di Blok Kangean, Jawa Timur. Kampus Politeknik Akamigas Palembang merupakan institusi pendidikan kedua yang ditawarkan oleh BW Offshore Company setelah tahun kemarin kesempatan ini diberikan kepada ITS Surabaya.  Selain itu Mr. Sugeng lebih banyak memberikan sharing pengalaman tentang bekerja di dunia offshore, yang diharapkan mampu memotivasi mahasiswa/I Politeknik Akamigas Palembang untuk belajar dan meningkatkan kompetensi dirinya.

Antusiasme Mahasiswa

Terkait kegiatan ini Mr. Robert Erik de Koning memberikan gambaran yang gamblang mengenai profil perusahaan BW Offshore Company, dimana perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan terbesar di dunia yang bergerak di bidang services migas, khususnya dibidang FPSO yang beroperasi di 40 negara dan mempunyai lebih 70.000 karyawan yang terdiri dari 30 kebangsaan. Saat ini, lebih dari 3000 orang berkebangsaan Indonesia bekerja sebagai tenaga profesional di BW Offshore. Perusahaan ini berkantor pusat di Oslo, Norwegia, dan masuk sebagai Bussiness Entity di Indonesia dalam pengelolaan FPSO – Joko Tole semenjak 2001. Mahasiswa/i Politeknik Akamigas Palembang begitu antusias mengikuti acara ini, hal ini dapat dilihat dengan begitu banyaknya pertanyaan yang diajukan.

Foto Bersama 2

Akhirnya, acara ini ditutup dengan pemberian cindera mata kepada pembicara yang dilakukan langsung oleh Ketua Yayasan Karya Bangsa dan disaksikan oleh Direktur Politeknik Akamigas Palembang sekaligus foto bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membuka lebar wawasan mahasiswa/i Politeknik Akamigas Palembang mengenai tantangan industri migas kedepannya, khususnya offshore. Karena masih sangat banyak cadangan migas  kita di offshore yang belum termanfaatkan. Selain itu diharapkan mahasiswa/I politeknik Akamigas Palembang untuk terus belajar serta meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam berinovasi sehingga kelak dapat turut membangun ketahanan energi Indonesia, tidak hanya terbatas pada pemenuhan produksi migas tetapi juga dalam hal penemuan cadangan baru di offshore